Rumah Adat
Assalamualaikum Wr.Wb
Kali ini saya ingin berbagi pengetahuan soal rumah adat/tradisional DKI Jakarta(betawi).
Arsitektur suatu bangunan dikatakan “tradisional” apabila penciptaan struktur dan konstruksi, pengaturan tata letak ruang, penggunaan ragam hias, dan cara pembuatan bangunan tersebut diwariskan secara turun-temurun dalam suatu kebudayaan atau lokalitas tertentu. Dengan demikian arsitektur tradisional merupakan suatu kebudayaan yang bersifat khas (indigenous), yang hanya terdapat pada kebudayaan dan lokalitas tersebut.
Kota Jakarta adalah kota Metropolitan yang berkembang cepat. Seiring dengan berkembangnya kota Metropolitan akan memberikan dampak pada segala aspek kehidupan modern termasuk juga arsitektur. Hal ini dikarenakan adanya perubahan-perubahan kebutuhan masyarakat setempat yang menyebabkan terjadinya perubahan fisik terhadap rumah-rumah Betawi secara tidak langsung.
Tanpa banyak basa-basi,inilah...
![]() |
| Rumah Tradisional Betawi |
Rumah adat / Rumah Tradisional Betawi pada umumnya terbuat dari kayu dan bambu mulai struktur rangka sampai keseluruhan bangunan kecuali atap dan lantai.
![]() |
| Rumah si Pitung, memiliki gaya ornamen China |
Rumah tradisional Betawi ada yang berkolong tinggi (rumah panggung), seperti rumah Si Pitung di Marunda. Atapnya ada yang berbentuk bapang, joglo, dan lain sebagainya. Di daerah pinggiran seperti di Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta Timur masih bisa kita jumpai rumah-rumah berkolong pendek sekitar 20 sampai 30 cm dari permukaan tanah. Rumah-rumah berkolong rendah ini merupakan peralihan dari rumah panggung ke rumah biasa / tanpa kolong dapat kita jumpai di daerah Pondok Rangon, Keranggan, dan Tipar.
Rumah tanpa kolong banyak terpengaruh oleh bangunan arsitektur Belanda rumah ini berlantai tanah, berdinding tembok (batu bata), berlantai ubin, batu pipih atau semen. Pada rumah panggung penggunaan material kayu lebih dominan dinding terbuat dari papan kayu Nangka alas untuk lantai adalah papan yang dilapisi anyaman kulit bambu.
Rumah tradisional Betawi pada umumnya terdiri dari tiga bagian, serambi disebut langkan tempat bersantai dan menerima tamu ruang tengah atau ruang inti terdapat kamar tidur penghuni rumah dan ruang makan biasa disebut Paseban berikutnya ruang belakang atau dapur disebut Belandongan. Rumah tradisional Betawi mempunyai halaman yang luas mengelilingi rumah dan dikelilingi pagar si sisi terluarnya sebagai pembatas.
Rumah tradisional Betawi ditinjau dari tata letak dan fungsinya, cenderung bersifat simetris, hal ini dapat dilihat dari letak pintu masuk dan pintu belakang yang sejajar dan membentuk garis lurus.
| Denah Rumah Gudang Betawi |
![]() |
| Denah Rumah Bapang Betawi |
![]() |
| Denah Rumah Joglo Betawi |
![]() |
| Rumah Bapang Betawi |
![]() |
| Rumah Gudang Betawi |
![]() |
| Rumah Kebaya Betawi |
![]() |
| Rumah Joglo Betawi |
Berdasarkan bentuk dan struktur atapnya, rumah tradisional Betawi terbagi menjadi 4 jenis:
- Rumah Gudang, rumah tradisional betawi ini berdiri di atas tanah yang berbentuk persegi panjang, rumahnya memanjang depan ke belakang. Atap rumahnya tampak seperti pelana kuda atau perisai, dan di bagian muka rumah terdapat atap kecil.
- Rumah Bapang, ciri khas rumah ini mempunyai serambi yang cukup luas dan berfungsi sebagai ruang tamu dan bale tempat santai untuk pemilik rumah, ruang semi terbuka hanya di batasi pagar setinggi 80 cm dan biasanya lantainya lebih tinggi dari permukaan tanah dan terdapat tangga terbuat dari batubata di semen paling banyak 3 anak tangga sabagai jalan masuk menuju rumah. Rumah bapang berbentuk sederhana kotak atau bujursangkar sama sisi.
- Rumah Kebaya, ciri khas rumah pada bentuk atapnya mempunyai beberapa pasang atap, yang apabila dilihat dari samping berlipat-lipat seperti lipatan kebaya. Mempunyai serambi yang cukup luas sama seperti rumah bapang.
- Rumah Joglo / Limasan, berdenah bujur sangkar. Bentuk
bangunan ini banyak dipengaruhi oleh arsitektur rumah Jawa. Perbedaannya
pada joglo rumah tradisional Jawa terdapat soko guru / tiang-tiang
utama penopang atap merupakan unsur yang mengarahkan pembagian ruang
pada denah, sedangkan pada joglo Betawi tidak terdapat soko guru dan
pembagian ruang tidak nampak jelas, tiang penopang struktur atap tidak
begitu nyata seperti pada rumah joglo yang asli. Pada rumah Betawi,
tiang utama penopang struktur atap bukan unsur utama yang mengarahkan
pembagian ruang pada denah.
Berdasarkan pola visual yang ditemukan pada rumah Betawi, ragam hias tersebut mempunyai nama sesuai tempat hiasan itu di terapkan seperti Pucuk Rembung, Cempaka, Swastika, Matahari, Kipas, Jambu Mede, Delima Flora, dan Gigi Balang.
Keunikan dan ciri khas dari rumah betawi terletak pada lisplank rumah tersebut, terdapat hiasan terbuat dari material kayu papan yang diukir dengan ornamen segitiga berjajar yang diberi nama gigi balang. Dinding bagian depan dari rumah ini biasanya bersistem knock down atau bisa di bongkar pasang berguna jika pemilik rumah menyelenggarakan hajatan dan membutuhkan ruangan yang lebih luas.
Sekian sedikit dari saya, jika ada kesalahan berasal dari saya dan kebenaran slalu dari Tuhan YME.
Wassalamualikum Wr.Wb.
Sumber : http://nostradamaus.wordpress.com
http://rumahnusa.blogspot.com/2012/08/rumah-tradisional-betawi.html










0 komentar:
Posting Komentar